Misteri Puncak Piramit Tewaskan Thoriq

Pendaki hilang di Puncak Piramid, Gunung Argopuro tepat seminggu belum ditemukan. Menurut laporan Basarnas Pos SAR Jember, pendaki bernama Thoriq Rizki Ahmad Maulidan hilang kontak dengan rekan-rekannya saat menuruni tebing curam di bukit tersebut, Minggu (23/6) sore lalu. Korban mendaki bersama tiga teman seangkatannya di SMP Negeri 4 Bondowoso. Ketiga rekan korban bernama Pungki Pranata, Riski, dan Syafril.

Pendakian dimulai Minggu pagi pukul 07.00 WIB melewati jalur Tegal Tengah demi menikmati sunset di atas bukit. Di tengah perjalanan, Syafril memilih tidak ikut mendaki ke puncak karena kelelahan dan memilih menunggu di bawah.

Menjelang sore atau sekitar pukul 17.00 WIB, kabut di Bukit Piramid semakin tebal, mereka memutuskan turun dari bukti. Dalam perjalanan, Thoriq berjalan di depan dan jauh meninggalkan Pungki dan Riski. Menurut Pungki, Thoriq berjalan sangat cepat hingga mereka berdua tertinggal jauh dan kehilangan jejaknya Thariq. Setelah dicari-cari Thariq tetap tak terlihat.

Fakta Dan Misteri Puncak Piramid

Nama Gunung Piramid mungkin belum terlalu dikenal publik. Kamidan tim jalanweb.com mencoba mengumpulkan sejumlah fakta dan cerita rakyat mengenai Gunung Piramid yang ada di Bondowoso, Jawa Timur.

1 Memiliki Puncak Curang Dan Berbentuk Seperti Piramid

Gunung Piramid disebut demikian lantaran dari kejauhan gunung ini berbentuk segitiga seperti halnya piramida Mesir, sehingga nama Gunung Piramid disematkan. Warga sekitar juga kerap mengingatkan kepada para pendaki Gunung Piramid untuk tidak mengambil apapun ketika mendaki Gunung Piramid terutama buah, karena konon jika mereka mengambil tidak akan kembali.

2 Jalur Pendakian Yang Sulit

Jalur pendakian menuju puncak tidaklah mudah. Selain miring, medannya pun cukup sulit. Jalur yang harus dilewati merupakan jalur setapak dengan kultur trek bebatuan dan berpasir. Jika dari batas vegetasi jalur pendakian sangat sempit dan panjang. Kanan kiri berupa jurang curam, salah perhitungan salah melangkah akan berakibat fatal. Dibutuhkan konsentrasi penuh,serta peralatan yang memadai. Selain jalur dari batas vegetasi ke puncak yang cukup sulit, jalur dari start awal sampai ke campground juga cukup melelahkan

3 Tempat Angker Dan Jarang Dihuni Manusia

Gunung piramid yang sampai sekarang menandung banyak mitos tentang adanya kerajaan mahluk halus. meski keberadaan kerajaan itu tidak bisa di buktikan denan jelas tetapi banyak orang dan masarakat sekitar percaya akan adanya kerajaan jin di puncak gunung

Ritual Pesugihan Di Gunung Kawi

Gunung Kawi yang terletak Malang, Jawa Timur, konon terkenal oleh karena hal-hal yang berkaitan dengan pesugihan dan ritual-ritual yang sering diadakan di sana. Banyak yang melakukannya karena mencari kekayaan yang tak terhingga dan berlangsung selamanya.

Satu daerah yang jadi favorit pelaku pesugihan adalah Gunung Kawi. Tempatnya terletak di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Malang, Jawa Timur. Konon, lelaku pesugihan di Gunung Kawi dilakukan dengan cara yang sangat sederhana. Para peziarah sekedar diwajibkan untuk melakukan ritual tapa brata selama tiga hari di bawah sebuah pohon keramat bernama pohon Dewandaru.

Harum dupa menguar dari balik pendapa di Pesarean Gunung Kawi, Wonosari, Kabupaten Malang. Di dalam bangunan bergaya arsitektur Jawa ini terdapat dua nisan, yakni makam Kiai Zakaria II atau Eyang Jugo dan Eyang Raden Mas Iman Soedjono. Tiga orang berkulit putih dan bermata sipit duduk bersimpuh di depan makam. Mereka merapal doa sesuai agama dan keyakinan.

Sementara juru kunci, Iwan Suryandoko, 45 tahun, memimpin doa. Doa dipanjat menggunakan perpaduan bahasa Jawa dan bahasa Arab. Di depan mereka, teronggok tumpeng lengkap dengan ayam utuh atau ingkung, sayur dan lauk lengkap. “Mereka keturunan Thionghoa berdoa dengan agama dan keyakinannya. Sementara kami memandu dengan keyakinan kami. Tak masalah,” katanya.

Setiap berdoa, katanya, mereka melakukan ritual berupa tasyakuran atau kenduri. Ada akulturasi agama dan budaya. Eyang Jugo seolah mempersatukan perbedaan agama dan budaya, antara Islam, Konghucu, Jawa dan Thionghoa. Usai berdoa, sebagian tumpeng dibagikan kepada penduduk setempat.

Beberapa warga keturunan Thionghoa dan penduduk pribumi berdoa di pesarean. Iwan Suryandoko dan sejumlah juru kunci mengenakan pakaian senada, serba hitam. Mulai sarung, beskap dan blangkon berwarna hitam. Mereka melayani setiap para peziarah yang datang untuk berkirim doa.

Cara Melakukan Ritual Pesugihan

Ritual pesugihan Gunung Kawi dilakukan pada hari baik. Jika ingin mendapatkan kekayaan secara mendadak, seseorang harus melakukan ritual pesugihan pada hari Jumat Legi. Tanggal 12 setiap bulan Suro juga jadi waktu yang ramai dikunjungi pelaku pesugihan.

Kedua hari ini dipilih untuk ritual pesugihan karena pada hari tersebut tepat memperingati wafatnya Eyang Juga dan Eyang Sujo. Keduanya adalah pembantu pangeran Diponegoro. Konon, dikatakan kedua hari inilah yang dapat menjadi hari keluarnya khodam pesugihan di Gunung Kawi.

Sebelum tapa brata, peziarah tersebut diwajibkan terlebih dahulu melakukan mandi suci yang dipimpin langsung oleh juru kunci. Ketika melaksanakan ritual ini, peziarah harus melakukan kontrak mati atau semacam perjanjian dengan penguasa gaib gunung kawi. Mereka harus bersedia memberikan tumbal nyawa pada sang penguasa setiap tahun untuk melanggengkan kekayaannya.

Daun Pemberi Kekayaan

Selepas mandi, pelaku pesugihan ini harus bersila di atas selembar daun pisang. Ia tidak boleh makan, minum, dan tidur selama tiga hari. Mereka juga tidak diperbolehkan buang air besar dan air kecil, kecuali mengeluarkannya di atas daun pisang yang didudukinya.

Tapa brata dihentikan jika mereka telah dihampiri selembar daun dari pohon Dewandaru yang gugur dengan sendirinya. Daun itu harus jatuh tepat di tubuh. Gugurnya daun Dewandaru menandakan bahwa untuk menjadi kaya melalui jalur pesugihan Gunung Kawi telah disetujui oleh penguasa gaib yang menunggu pohon Dewandaru. Nantinya, daun itu harus disimpan di dalam bantal alas tidurnya.

Perolehan Pesugihan

Konon, setelah satu tahun, pemilik pesugihan biasanya akan mulai mengalami peningkatan dalam kehidupan ekonominya. Ketika itulah ia harus menyerahkan tumbal seorang manusia yang masih memiliki hubungan darah dan sepersusuan dengannya. Ia harus menunjuknya dan merelakan kepergian saudaranya itu untuk dijadikan pesuruh di kerajaan gaib Gunung Kawi.

Tumbal Atu Sasarahan Dalam Bahasa Jawa

Tumbal harus diberikan melalui ritual tertentu. Seorang yang ditunjuk menjadi tumbal biasanya akan mati secara mendadak tanpa diduga-duga. Selain itu, setiap kali memberi tumbal, kekayaan pemilik pesugihan diyakini biasanya akan melonjak secara drastis. Namun tetap saja, kekayaan yang didapat karena bersekutu dengan makhluk gaib ini tidak akan pernah langgeng.

Misteri Pesugihan Gunung Piramid

Sebuah kasus kehilangan yang terjadi di daerah Bukit Piramid Argopuro Bondowoso dikait-kaitkan dengan nuansa mistis dan spiritual daerah tersebut dan viral di media sosial. Nah, apa reaksi netizen saat ini ketika melihat berita seperti itu? Sabtu kemarin, seorang warganet dengan akun Facebook Ariz Zaky mengunggah sebuah status yang sudah dibagikan lebih dari 22 ribu kali tentang sebuah kisah anak SMP yang hilang di kawasan pendakian Bondowoso tersebut.

Gunung Piramid di Kabupaten Bondowoso kini jadi perbincangan hangat. Kelompok Turangga Seta meyakini jika di bawah gunung itu terdapat piramida seperti di Mesir. Namun bagi penduduk sekitar gunung tertinggi di Kabupaten Bandung itu terkenal dengan keangkerannya. Bahkan sering dijadikan tempat pesugihan.

Dikisahkan Oleh Fajar Alam (55), Warga Desa Jelegong, dulu sebelum Tahun 2000 di Gunung Piramid sering ada yang menginap untuk ziarah atau pesugihan atau mencari ilmu. “Gunung itu terkenal sanget angker dan konon terdapat kerajaan jin. Dulu mah sering ada yang datang untuk ziarah atau pesugihan” tuturnya ditemui di rumahnya yang berada di kaki Gunung Piramid, Rabu sore (20\/7\/2019). Namun setelah tidak ada lagi kuncen di gunung itu, sudah jarang ia temui peziarah yang sengaja datang. \\”Terakhir kuncen ayah saya, tapi meninggal. Kakek saya juga kuncen. Kalau saya mah bukan,\\” tuturnya.

Anggapan angker juga dilontarkan Ketua RW 15 Desa Jelegong Zakiria (36). Menurutnya dulu sering pendaki di Gunung Piramid kesurupan. \\”Ya mungkin karena suka dijadikan pesugihan. Apalagi di sebelah barat gunung, di sana kalau kata leluhur ada Buta Hejo salah satu penghuni kerajaan jin,\\” jelasnya. Menurutnya di puncak gunung, ada tiga makam yang tidak diketahui asal usulnya. \\”Sejak zaman sesepuh dulu, tiga makam itu sudah ada. Enggak tahu itu makam siapa,\\” tuturnya.

Selain ada tiga makam, di gunung itu juga banyak batu yang sering dijadikan tempat \\’meminta\\’. Seperti batu kandang, ini batu jika ternaknya ingin terhindar dari penyakit dah terus sehat. \\”Ya katanya tinggal bawa segenggam tanah di sekitar batu itu lalu disimpan di kandang ternak kita,\\” tuturnya.

Selain itu batu batu pabeasan untuk membuat rezeki lancar atau batu warung agar usaha menjadi maju. \\”Kalau zaman muda dulu, saya sering menemukan bekas sesajen di sekitar batu,\\” ungkapnya. Gunung Piramid berada sekitar 40 kilometer lebih dari pusat kota. Jika sudah mencapai Stadion Si Jalak Harupat, hanya sekitar 2 kilometer lagi menuju kaki gunung.

Kisah Angker Yang Terjadi Di Gunung Salak

Gunung di Jawa Barat memiliki pemandangan yang sangat indah. Bahkan pesonanya mampu mengundang ribuan wisatawan untuk mendaki ke sana. Tapi di balik keindahannya tenyata gunung-gunung di Jawa Barat menyimpan cerita misteri yang tak banyak diketahui oleh semua orang.

Kejadian-kejadian mistis itu acap kali dirasakan oleh beberapa pendaki. Mulai dari penampakan yang diduga makhluk halus, tersesat, hingga bahkan hal-hal di luar nalar pernah dialami oleh para pendaki gunung di Jawa Barat. Meskipun tak banyak orang yang percaya namun kejadian ini nyata adanya.

Gunung Salak di Jawa Barat terkenal dengan kisah-kisah angker. Namun nyatanya, panorama di sana sungguh indah mencuri hati! Gunung Salak yang dikenal angker oleh sebagian besar pendaki gunung, nyatanya menyimpan pesona keindahan yang luar biasa. Meski sebagian besar jalur pendakian didominasi hutan lebat dengan vegetasi yang masih alami, tetapi jika para pendaki sudah sampai puncak akan tersaji sunset yang indah.

Sejak terjadi kecelakaan Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) di Gunung Salak pada tanggal 9 Mei 2012, pendakian ke gunung ini sempat ditutup untuk evakuasi korban dan puing-puing. Jika cuaca sedang bersahabat dan sedang beruntung, dapat terlihat bekas reruntuhan Superjet Sukhoi di tebing Gunung Salak.

Di puncak Gunung Salak terdapat makam Mbah Salak atau Raden KH Moh Hasan. Inilah salah satu alasan kenapa gunung ini dinamakan Gunung Salak. Warga sekitar yang ingin ziarah ke makam ini harus mendaki gunung hingga ke puncaknya.

Kisah Seram Dan Nyata Di Gunung Salak

1 Jeritan Wanita Angker

Saat pendakian saya yang kedua di Gunung Salak, saya mendengar suara perempuan yang berteriak meminta bantuan. Suaranya terdengar samar-samar seperti berteriak. “Tolong, Pak! Tolong! Tolong saya Pak!”. Konon katanya ini adalah jeritan dari korban jatuhnya pesawat Shukoi di Gunung Salak pada tahun 2012. Anehnya, suara ini saya dengar bukan di lokasi jatuhnya pesawat Shukoi, tetapi di sekitar persimpangan yang sering disebut persimpangan Bajuri.

2 Arwah Lelaki Bersorban

Terdapat beberapa makam di sepanjang kaki gunung, namun ada salah satu makam yang paling legenda. Di Puncak Manik terdapat sebuah makam, yaitu makam Mbah Salak. Saya pernah melihat lelaki yang memakai serban berada di sekitar makam tersebut. Entah penglihatan saya yang salah atau memang kenyataan, saya melihat makam Mbah Salak yang mengeluarkan asap. Beberapa orang juga pernah mengatakan bahwa di Puncak Manik ini juga sering menjadi tempat digelarnya pagelaran yang dimainkan oleh lelembut atau makhluk halus.

3 Suara Gamelan

Banyak pendaki yang membagikan kisahnya saat mendaki Gunung Salak, salah satunya adalah mendengar tabuhan gamelan yang misterius. Suaranya terdengar mengalun dengan mendayu-dayu dan mistis. Tetapi tidak ada yang pernah menemukan di mana sumber suara gamelan tersebut berasal. Waktu itu saya mendaki dengan tim yang berjumlah 6 orang. Saya mendengar suara gamelan dan ketika saya tanyakan kepada rekan yang berada di dekat saya, dia mengaku juga mendengar suara tabuhan gamelan tersebut. Saat kami turun, masing-masing dari kami menceritakan hal yang mirip tentang misteri suara gamelan tersebut.

Misteri Angkerya Gunung Salak

Siapa yang tak kenal dengan Gunung Salak? Kamu yang berada di Pulau Jawa, khususnya Jakarta, dan Jawa Barat pastinya tahu tentang gunung yang menjulang indah ini. Secara administratif, Gunung Salak masuk ke dalam dua wilayah yaitu Bogor dan Sukabumi. Berdiri dengan gagah berhias hutan yang lebat, Gunung Salak berada di bawah pengelolaan Perum Perhutani KPH dan menjadi salah satu wilayah konservasi milik pemerintah dengan tajuk Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.

Walau memiliki nama yang terdengar mirip seperti buah, ternyata Gunung Salak tidak punya hubungan dengan salak. Nama ‘Salak’ yang disematkan pada gunung di kawasan Jawa Barat ini berasal dari bahas Sanskerta ‘Salaka’ yang berarti Perak. Menurut kepercayaan Sunda, Gunung Salak dianggap sebagai salah satu gunung suci. Karena menjadi tempat menghilangnya Prabu Siliwangi, pendiri kerajaan Padjajaran sekaligus lokasi turun dan bersemayamnya para batara dari kayangan.

Menyimpan sejumlah destinasi unik dan menawan khas gunung tropis, Gunung Salak ternyata tak lepas dari predikat angker. Bukan hanya karena Gunung Salak menjadi lokasi jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet-100 yang menewaskan 45 orang ada 2012 silam, tapi juga karena berbagai cerita yang datang dari pendaki maupun penduduk setempat.

Kisah-kisah horor di gunung yang memiliki ketinggian 2211 meter di atas permukaan laut ini hadir mengalir dan menjadi sekelumit kisah folklore. Mulai dari cerita tentang nenek renta berusia sekitar 80 tahunan yang tinggal di sisi tebing, suara wanita menjerit minta tolong di kawasan jatuhnya pesawat Sukhoi hingga suara gamelan yang mengalun di tengah gunung menjadi sedikit cerita dari berbagai kisah yang dituturkan terkait betapa angkernya Gunung Salak. Selain itu, masih ada lagi kisah seram lainnya, misalnya saja para pendaki yang hilang saat sedang mendaki, binatang gaib berukuran besar yang entah muncul dari mana, dan misteri Puncak Manik.

Puncak Menik

Manik merupakan nama salah satu puncak dari empat puncak Gunung Salak yang dipercaya menjadi kawasan kerajaan gaib Padjajaran. Dipercaya menjadi lokasi berkumpulnya makhluk gaib, Puncak Manik kerap kali ditutupi kabut tebal yang datang secara tiba-tiba atau angin yang berhembus dengan kencang.

Hal itu ternyata tak ditampik oleh Graziella Ledysina, seorang anggota komunitas Katolik yang sering menjadikan Gunung Salak sebagai lokasi makrab (malam keakraban). Alasan dipilihnya Gunung Salak sebagai venue acara kemahasiswaan tersebut adalah karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Jakarta, dan trek campingnya yang tidak sulit.

Misteri Keangkeran Gunung Salak

Gunung Salak selama ini memang dikenal angker, baik oleh pendaki maupun bagi kalangan penerbang. Tak sedikit para pendaki yang tersesat, hilang dan meninggal di Gunung Salak. Begitu juga dengan dunia penerbangan, setidaknya tujuh pesawat jatuh di lereng gunung yang memiliki dua puncak ini.

Meski sering diperbincangkan, asal muasal penamaan Gunung Salak masih simpang siur hingga saat ini. Salah satu versi menyebut Gunung Salak tidak memiliki hubungan dengan buah salak. Gunung Salak dalam versi ini diambil dari bahasa sansekerta ‘Salaka’ yang berarti perak. Maka Gunung Salak bermakna ‘Gunung Perak’.

Versi lain menyebut di lereng gunung tersebut pernah berdiri sebuah kerajaan bernama Salakanagara pada abad IV dan V Masehi. Nama Gunung Salak pun diduga berasal dari kata depan kerajaan tersebut.Menurut sumber sejarah, kerajaan Salakanagara dipimpin oleh seorang raja dengan gelar Raja Dewawarman I-VIII. Terungkapnya kerajaan Salakanagara bermula dari penemuan tulisan Raja Cirebon yang berkuasa tahun 1617 Wangsakerta, yang ditemukan pada abad ke-19 Masehi. Dari sinilah kemudian diketahui, jika kerajaan Hindu pertama di Pasundan bukan Tarumanagara, tapi Salakanagara. Namun versi ini pun belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Versi lain dan yang beredar di warga di lereng gunung tersebut adalah adanya buah salak raksasa. Konon, penamaan Gunung Salak berasal dari penemuan buah salak besar. “Kata orang tua dulu begitu, katanya ada salak besar di sana, makanya dikasih nama Gunung Salak,” ujar warga Cidahu, Sukabumi, Husni kepada merdeka.com.

Belum jelas soal penamaan dan hubungan gunung yang sering terjadi kecelakaan pesawat terbang ini. Namun di gunung tersebut terdapat banyak sekali petilasan atau tempat bersemedi para raja dan pengikutnya. Petilasan suci itu tersebar di berbagai titik. Seperti petilasan milik raja Pajajaran, Prabu Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi di kaki Gunung Salak di daerah Bogor dengan total mencapai puluhan lokasi.

Entah sudah berapa banyak kecelakaan pesawat terbang yang terjadi di Gunung Salak. Salah satu kecelakaan besar yang terjadi di Gunung Salak adalah tragedi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100. Menurut orang-orang pintar, sejumlah kecelakaan yang terjadi Gunung Salak tak luput dari ulah makhluk gaib penunggu gunung.

Kisah-kisah yang dialami oleh para pendaki juga semakin menegaskan keseraman gunung ini. Misalnya, kisah pendaki yang terbangun malam hari saat berkemah dan ia melihat pasukan tentara berwajah dingin mengelilingi tendanya. Saat si pendaki sedang ketakutan, terdengar lantunan doa dari sosok tak kasat mata yang mampu mengenyahkan hantu para tentara itu. Di samping itu, sering juga terdengar suara gamelan misterius di Gunung Salak. Konon, orang yang berusaha mencari sumber suara gamelan tersebut akan tersesat dan tidak bisa menemukan jalan keluar.

Misteri Pasar Setan Gunung Lawu

Gunung Lawu yang terletak di antara provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur tentu sudah tidak asing lagi bagi kalangan pendaki. Saat ini, status gunung api tersebut sedang beristirahat. Keindahan alam Gunung Lawu menjadikannya salah satu tujuan pendakian.

Gunung Lawu setinggi 3.265 mdpl ini sering dikaitkan dengan sejumlah kisah misteri. Selain menjadi tujuan pendakian, gunung ini kerap didatangi masyarakat untuk melakukan kegiatan supranatural. Ada berbagai kisah menarik tentang gunung yang dijuluki sebagai pakunya Pulau Jawa ini.

Ada beberapa jalur pendakian yang bisa dilalui untuk sampai ke puncak Lawu, yakni Cemoro Kandang, Cemoro Seru, dan Candi Cetho. Jalur pendakian melalui Candi Cetho menyimpan suatu misteri yang cukup populer, yakni pasar setan.

Pasar setan sebenarnya merupakan sabana di jalur pendakian Candi Cetho di Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah. Di tempat itulah sejumlah pendaki mengaku pernah mendengar suara riuh layaknya di pasar. Bahkan, ada yang menawarkan barang-barang. Konon, jika mendengar suara itu, pendaki harus membuang apa saja layaknya sedang bertransaksi jual beli di pasar.