Siapa yang tak kenal dengan Gunung Salak? Kamu yang berada di Pulau Jawa, khususnya Jakarta, dan Jawa Barat pastinya tahu tentang gunung yang menjulang indah ini. Secara administratif, Gunung Salak masuk ke dalam dua wilayah yaitu Bogor dan Sukabumi. Berdiri dengan gagah berhias hutan yang lebat, Gunung Salak berada di bawah pengelolaan Perum Perhutani KPH dan menjadi salah satu wilayah konservasi milik pemerintah dengan tajuk Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.

Walau memiliki nama yang terdengar mirip seperti buah, ternyata Gunung Salak tidak punya hubungan dengan salak. Nama ‘Salak’ yang disematkan pada gunung di kawasan Jawa Barat ini berasal dari bahas Sanskerta ‘Salaka’ yang berarti Perak. Menurut kepercayaan Sunda, Gunung Salak dianggap sebagai salah satu gunung suci. Karena menjadi tempat menghilangnya Prabu Siliwangi, pendiri kerajaan Padjajaran sekaligus lokasi turun dan bersemayamnya para batara dari kayangan.

Menyimpan sejumlah destinasi unik dan menawan khas gunung tropis, Gunung Salak ternyata tak lepas dari predikat angker. Bukan hanya karena Gunung Salak menjadi lokasi jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet-100 yang menewaskan 45 orang ada 2012 silam, tapi juga karena berbagai cerita yang datang dari pendaki maupun penduduk setempat.

Kisah-kisah horor di gunung yang memiliki ketinggian 2211 meter di atas permukaan laut ini hadir mengalir dan menjadi sekelumit kisah folklore. Mulai dari cerita tentang nenek renta berusia sekitar 80 tahunan yang tinggal di sisi tebing, suara wanita menjerit minta tolong di kawasan jatuhnya pesawat Sukhoi hingga suara gamelan yang mengalun di tengah gunung menjadi sedikit cerita dari berbagai kisah yang dituturkan terkait betapa angkernya Gunung Salak. Selain itu, masih ada lagi kisah seram lainnya, misalnya saja para pendaki yang hilang saat sedang mendaki, binatang gaib berukuran besar yang entah muncul dari mana, dan misteri Puncak Manik.

Puncak Menik

Manik merupakan nama salah satu puncak dari empat puncak Gunung Salak yang dipercaya menjadi kawasan kerajaan gaib Padjajaran. Dipercaya menjadi lokasi berkumpulnya makhluk gaib, Puncak Manik kerap kali ditutupi kabut tebal yang datang secara tiba-tiba atau angin yang berhembus dengan kencang.

Hal itu ternyata tak ditampik oleh Graziella Ledysina, seorang anggota komunitas Katolik yang sering menjadikan Gunung Salak sebagai lokasi makrab (malam keakraban). Alasan dipilihnya Gunung Salak sebagai venue acara kemahasiswaan tersebut adalah karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Jakarta, dan trek campingnya yang tidak sulit.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *