Sebuah kasus kehilangan yang terjadi di daerah Bukit Piramid Argopuro Bondowoso dikait-kaitkan dengan nuansa mistis dan spiritual daerah tersebut dan viral di media sosial. Nah, apa reaksi netizen saat ini ketika melihat berita seperti itu? Sabtu kemarin, seorang warganet dengan akun Facebook Ariz Zaky mengunggah sebuah status yang sudah dibagikan lebih dari 22 ribu kali tentang sebuah kisah anak SMP yang hilang di kawasan pendakian Bondowoso tersebut.

Gunung Piramid di Kabupaten Bondowoso kini jadi perbincangan hangat. Kelompok Turangga Seta meyakini jika di bawah gunung itu terdapat piramida seperti di Mesir. Namun bagi penduduk sekitar gunung tertinggi di Kabupaten Bandung itu terkenal dengan keangkerannya. Bahkan sering dijadikan tempat pesugihan.

Dikisahkan Oleh Fajar Alam (55), Warga Desa Jelegong, dulu sebelum Tahun 2000 di Gunung Piramid sering ada yang menginap untuk ziarah atau pesugihan atau mencari ilmu. “Gunung itu terkenal sanget angker dan konon terdapat kerajaan jin. Dulu mah sering ada yang datang untuk ziarah atau pesugihan” tuturnya ditemui di rumahnya yang berada di kaki Gunung Piramid, Rabu sore (20\/7\/2019). Namun setelah tidak ada lagi kuncen di gunung itu, sudah jarang ia temui peziarah yang sengaja datang. \\”Terakhir kuncen ayah saya, tapi meninggal. Kakek saya juga kuncen. Kalau saya mah bukan,\\” tuturnya.

Anggapan angker juga dilontarkan Ketua RW 15 Desa Jelegong Zakiria (36). Menurutnya dulu sering pendaki di Gunung Piramid kesurupan. \\”Ya mungkin karena suka dijadikan pesugihan. Apalagi di sebelah barat gunung, di sana kalau kata leluhur ada Buta Hejo salah satu penghuni kerajaan jin,\\” jelasnya. Menurutnya di puncak gunung, ada tiga makam yang tidak diketahui asal usulnya. \\”Sejak zaman sesepuh dulu, tiga makam itu sudah ada. Enggak tahu itu makam siapa,\\” tuturnya.

Selain ada tiga makam, di gunung itu juga banyak batu yang sering dijadikan tempat \\’meminta\\’. Seperti batu kandang, ini batu jika ternaknya ingin terhindar dari penyakit dah terus sehat. \\”Ya katanya tinggal bawa segenggam tanah di sekitar batu itu lalu disimpan di kandang ternak kita,\\” tuturnya.

Selain itu batu batu pabeasan untuk membuat rezeki lancar atau batu warung agar usaha menjadi maju. \\”Kalau zaman muda dulu, saya sering menemukan bekas sesajen di sekitar batu,\\” ungkapnya. Gunung Piramid berada sekitar 40 kilometer lebih dari pusat kota. Jika sudah mencapai Stadion Si Jalak Harupat, hanya sekitar 2 kilometer lagi menuju kaki gunung.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *